Senin, 28 September 2015

Coment on Sosmed



sumber : bbg.ilmu.com.
Ustadz M Nuzul Dzikry,

Apa yg anda lakukan ketika membaca sebuah berita, skandal/ kasus di sosmed/ media lainnya? Atau jika anda melihat saudara anda jatuh ke dlm kesalahan?

Trend yang berkembang saat ini adalah…
Comment…dan comment.

Begitu cpt kita memberikan comment atas nama kebebasan, terlepas krn mw menyampaikan aspirasi, opini, atau hanya sekedar menunjukkan eksistensi dan kemampuan.

Jika commentnya positif dan dibangun diatas sebuah keikhlasan, maka tidak ada masalah.
Namun jika comment tersebut negatif, maka ada baiknya kita renungkan ucapan berikut ini: “Aku melihat sesuatu yg aku benci dan tidak ada yg menghalangiku untuk memberikan comment kecuali krn kekhawatiran suatu saat nanti aku yg mengalami hal tersebut.” Itulah kalimat yang meluncur dari lisan seorang ulama besar, Ibrahim An Nakha’i.

Dan semakin fatal jika orang yg kita komentari ternyata telah bertaubat dan menangis kepada ALLAH atas dosa-dosanya tersebut.  imam Hasan Al Bashri , Sahabat mengatakan: “Barangsiapa yg mencela saudaranya krn dosa yg dikerjakannya (padahal saudaranya itu telah bertaubat dari dosanya), niscaya ia tidak akan meninggal kecuali setelah ia mengerjakan dosa yg serupa dgn yg dilakukan oleh saudaranya itu”. Tidakkah kita khawatir hal itu menimpa kita?
Pantaskah kita mengomentari sebuah dosa atau skandal yang bisa jdi telah dimaafkan dan diampuni oleh ALLAH?! ALLAH telah menghapus dan memaafkan dan kita masih asik membicarakannya tanpa alasan syar’i?! Siapa kita…berani selancang itu dihadapan Rabbul ‘alamin?! Belum lagi jika kita mengingat bahwa seluruh comment kita akan dihisab:

Tiada suatu ucapanpun yg diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yg selalu hadir.
(QS. Qaaf: 18). Bagi ahli iman, jangankan saudaranya, anjing saja tidak berani ia komentari.

Ibnu Mas’ud bertutur:
“Jika aku merendahkan seekor anjing, aku khawatir aku akan diubah menjadi anjing (atau ALLAH berikan sifat buruk anjing tersebut kepadaku).” “Catatan ini adalah sebuah nasehat untuk penulis dan yang membacanya”.


My statement: (Dyamond)
Subhanallah,,,
inti dari artikel kecil ini, sebelum kita mengoment lebih baik kita nasehati diri. Jangan biarkan ego meluluh lantahkan diri kita. Sehingga diri kita ikut terjerumus kedalam lubang yang sama dengan orang yang kita komentari.
Sekian postingan hari ini. semoga bermanfaat buat yang membaca.
saya akhiri dengan waalaikumsalam wr.wb.

salam Mrs.Dyamond